Tahu nggak sih? Ada jalur bus terekstrem di Indonesia, yang berada di Pulau Jawa dan Sumatera.
Jalurnya cukup berbahaya untuk dilewati kalau sang sopir nggak punya pengalaman dan keahlian khusus. Hal ini disebabkan karena kondisi jalannya yang nggak biasa, seperti sempit, curam, tikungan tajam dan lain sebagainya.
Jalur bus mana saja sih yang paling ekstrem untuk dilewati? Setidaknya, ada lima jalur yang membutuhkan pengalaman dan keahlian khusus tersebut, berikut gambarannya buat kamu!
Jalur Bus Terekstrem di Indonesia
1. Alas Roban, Batang, Jawa Tengah
Jalur yang satu ini sudah sangat terkenal di Pulau Jawa dengan kemistisannya. Namun bukan karena itu Alas Roban masuk sebagai salah satu jalur bus terekstrem.
Alas Roban sering juga dijuluki sebagai jalur neraka karena memiliki kontur jalan yang berliku dengan tikungan yang tajam dan tanjakan serta turunan yang curam.
Selain itu, sepanjang jalannya minim penerangan dan dikelilingi hutan jati yang semakin gelap, sehingga sangat berisiko di malam hari.
2. Jalur Lintas Sumatera Sitinjau Lauik, Sumatera Barat
Jalur ikonik penghubung Padang dengan daerah-daerah lain di Sumatera ini juga sudah banyak yang tahu! Bukan cuma terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah, tapi juga keekstremannya.
Jalurnya berupa tanjakan dan tikungan berbentuk S yang sangat tajam. Nggak cuma itu, jalannya juga sempit dan kemiringannya curam, sehingga bus dengan ukuran besar harus bergantian melewatinya.
Karakteristik jalur ini juga sering menyebabkan kendaraan tidak kuat menanjak atau rem kendaraan menjadi blong.
3. Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat
Penghubung utama antara Bandung dan Cirebon ini dibangun di atas tebing. Nggak heran kalau jalurnya terkenal ekstrem untuk dilewati bus.
Cadas Pangeran punya ukuran jalan yang sempit dan tikungan yang sangat tajam dengan sisi jalan berupa tebing batu dan jurang.
Jalur dengan karakteristik seperti ini tentu lebih berbahaya dari jalur-jalur biasa karena sulit dilalui dan rawan longsor.
4. Jalur Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat
Jalur Cikidang merupakan jalur alternatif menuju Pelabuhan Ratu Sukabumi yang sering disebut sebagai jalur tengkorak.
Sebutan ini bukan tanpa alasan, Jalur Cikidang punya tanjakan dan turunan yang sangat curam, serta tikungan yang berkelok tajam.
Meski punya pemandangan yang indah sepanjang jalur, tapi jalannya minim penerangan di malam hari yang bikin makin berbahaya.
Karena seramnya jalur ini, banyak insiden kecelakaan tragis yang terjadi karena rem kendaraan blong.
5. Jalur Transjakarta Koridor 13, Jakarta
Jalur Transjakarta koridor 13 juga sering disebut sebagai jalur langit karena berada di ketinggian 18-24 meter dari permukaan jalan.
Jalan layang yang tinggi dengan lebar jalur yang pas-pasan ini membuat bus yang lewat di Jalur Transjakarta koridor 13 rawan tabrakan jika terdapat kesalahan teknis atau human error.
Selain faktor teknis, dari sisi pengalaman penumpang, melintasi Jalur Transjakarta koridor 13 juga memberikan sensasi yang berbeda dibanding koridor lainnya.
Nggak heran kalau karakteristik dari kelima jalur ini butuh sopir berpengalaman dengan keahlian khusus. Kamu udah pernah lewat jalur mana aja nih?





