Bus jadi moda transportasi bersejarah di Indonesia. Gimana enggak? Kehadirannya sudah menemani masyarakat sejak abad ke-20 atau sekitar 1912 pada masa kolonial Belanda.
Saat itu, layanan angkutan bus di Indonesia dikelola oleh Pengangkutan Djawatan Automobil (PDA), yang dikenal sebagai perusahaan bus pertama di Tanah Air. Armadanya berjenis auto tram buatan Belanda dengan rute Bandung-Lembang.
Kini, bus di Indonesia sudah berkembang pesat. Beberapa bus pun jadi saksi sejarah perkembangannya dan masih beroperasi hingga saat ini. Berikut 8 bus legendaris di Indonesia versi Cerita Roda:
1. Naikilah Perusahaan Minang (NPM)

Dikutip dari berbagai sumber, NPM disebut sebagai salah satu PO bus tertua di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1 November 1937 dan masih beroperasi hingga saat ini. PO bus yang telah melewati berbagai zaman ini didirikan oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Gadang di Padang Panjang, Sumatera Barat.
Sejak pendiriannya, NPM sukses menjadi kebanggaan warga Minang. Kini, NPM dilanjutkan oleh generasi ketiga, Angga Vircansa Chairul dan Vicki Vircansa Chairul.
Layanannya mencakup 80 rute yang menjangkau Sumatera, Banten, Jakarta hingga Jawa Barat, dengan didukung 120 armada bus.
2. DAMRI

DAMRI adalah angkutan penumpang yang sudah ada sejak masa pendudukan Jepang pada tahun 1943. Angkutan penumpang yang dulunya disebut dengan Zidousha Sokyoku ini juga jadi saksi sejarah perkembangan transportasi bus di Indonesia.
Pada 1945, Zidousha Sokyoku berubah nama menjadi Djawatan Angkoetan Darat di bawah manajemen Departemen Perhubungan RI. Setahun kemudian, Djawatan Angkoetan Darat dilebur menjadi satu dengan angkutan barang dan berganti nama menjadi Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia atau yang sekarang dikenal dengan DAMRI.
Saat ini, DAMRI melayani ratusan rute di seluruh Indonesia yang mencakup angkutan antarkota, bandara, hingga perintis. Dengan begini, DAMRI pun berperan penting untuk menghubungkan wilayah-wilayah tertinggal sekaligus menggerakkan perekonomian di sana.
3. Antar Lintas Sumatera (ALS)

ALS juga jadi salah satu saksi sejarah perkembangan transportasi bus di Indonesia. Pelopor bus dengan rute terjauh di Tanah Air ini didirikan oleh tujuh saudagar sekaligus yang dijuluki dengan Haji Sati Lubis pada 29 September 1966.
Sebelum sebesar sekarang, ALS dulunya hanya mengantarkan penumpang menggunakan Chevrolet C50 dengan trayek terbatas, yaitu Medan-Kotanopan dan Medan-Bukittinggi (pp). Kemudian pada 1972, ALS mulai membuka trayek ke berbagai kota di Sumatera yakni Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang dan Bandar Lampung.
Inovasi tidak berhenti sampai di situ saja. Ketika mobil sudah bisa menyeberang ke Pulau Jawa menggunakan kapal ferry, ALS pun memperluas trayeknya menuju Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya pada 1980-an.
Setelah itu, ALS kembali membuka trayek menuju Malang dan Jember sampai ke Pulau Bali.
4. Kramat Djati

Kramat Djati dirintis oleh Arief Budiman sejak 1970. Trayek pertamanya adalah Jakarta-Bandung karena saat itu, mobilitas masyarakat sudah cukup tinggi.
Lima tahun kemudian, Kramat Djati mulai mengembangkan layanannya dengan membuka trayek baru dari Bandung ke Pelabuhan Merak. Pada 1968, Kramat Djati mencoba untuk menjangkau Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Tak sampai disitu, Kramat Djati juga membuka rute sampai menuju Bali pada 1990. Berlanjut pada 1996, Kramat Djati melakukan ekspansi besar-besaran dengan membuka trayek lintas Sumatera.
Setelah itu, pada 2000, Kramat Djati kembali memperluas jangkauannya sampai ke Pulau Jawa dan NTB. Setelah perjalanan panjang itu, Kramat Djati punya sekitar 70 trayek dan menguasai 45% pangsa pasar di wilayah Jawa.
5. Lorena

Warga Jakarta dan Bogor pasti nggak asing dengan PO bus yang satu ini. Lorena merupakan bus pertama yang melayani rute Jakarta-Bogor dan Bogor-Jakarta sejak 1973.
Bus yang didirikan oleh anggota TNI, Gusti Terkelin Soerbakti pada 1970 itu pun mengembangkan trayeknya ke trayek Jakarta-Bandung pada 1975 dan membuka trayek yang lebih jauh pada 1985 dari Jakarta menuju Surabaya.
Kemudian, pada 1989, Lorena mengakuisisi PO Raseko. Kini, PO Lorena dikenal sebagai Lorena-Karina yang menjangkau lebih dari 60 kota di Jawa, Madura, dan Sumatera.
6. Pahala Kencana

Pahala Kencana jadi salah satu PO terkenal yang punya trayek AKAP terlengkap di Indonesia. PO ini berdiri pada 1976 di Kudus, Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Hendro Tedjokusumo.
Mulanya, Pahala Kencana adalah perusahaan keluarga yang punya jumlah armada terbatas dan hanya melayani trayek Kudus-Jakarta serta Solo-Jakarta. Seiring berjalannya waktu, Pahala Kencana semakin berkembang pesat dan memindahkan pusat operasionalnya ke Jakarta Utara.
Kini, Pahala Kencana punya banyak trayek yang menghubungkan lebih dari 90 kota di Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera.
7. Rosalia Indah

PO bus yang satu ini juga tak asing ya? Berbasis di Solo, Rosalia Indah sudah berdiri sejak 1983 lalu. Menariknya, Rosalia Indah didirikan oleh sepasang suami istri, Yustinus Soeroso dan Yustina Rahyuni Soeroso yang saat itu hanya punya satu armada dengan jenis Colt Diesel.
Armada tersebut hanya melayani penumpang dari Solo ke Blitar dan rute sebaliknya. Setelah itu, trayek Rosalia Indah bertambah dari Jogja ke Blitar, Malang dan Surabaya serta rute sebaliknya.
Seiring berjalannya waktu, Rosalia Indah terus berkembang. Mulai dari trayek hingga fasilitasnya. Kini, Rosalia Indah punya ratusan armada dan melayani berbagai trayek lintas Jawa hingga Sumatra.
8. Haryanto
PO bus Haryanto ini punya nama yang sama persis dengan pendirinya, yaitu Kopral Haryanto, seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat asal Kudus, Jawa Tengah. Ia telah mendirikan PO Haryanto pada 2002 dengan enam unit bus yang ia beli dari hasil meminjam bank.
Mulanya, bus Haryanto hanya melayani trayek Cikarang-Cimone. Namun, trayek ini kurang diminati, sehingga layanannya beralih ke bus eksekutif dengan rute jarak jauh, seperti Jakarta-Kudus, Jakarta-Pati, dan Jakarta-Jepara
Pada 2009, PO Haryanto memulai langkah berani dengan menjangkau Madura. Berlanjut pada 2012, PO Haryanto melebarkan rutenya ke wilayah selatan Jawa.
Kini, PO Haryanto tak cuma mengoperasikan bus, tapi berkembang ke usaha rumah makan di Cirebon dan SPBU di Kendal.
Itu dia 8 PO bus paling legendaris versi Cerita Roda. Kalau menurut kamu, apa lagi?





