Kursi Kereta vs Bus Ramai Dibandingkan, Layanan Transportasi Harus Penuhi Keinginan Penumpang

Kursi kereta vs kursi bus sedang ramai diperbincangkan di media sosial belakangan ini. Banyak yang berpendapat kalau kursi kereta kelas eksekutif kurang nyaman untuk perjalanan jauh, bahkan masih bikin susah tidur.

Padahal, harga tiket kereta kelas eksekutif juga tak murah di kantong. Karena keresahan tersebut, banyak yang mulai membandingkannya dengan kursi bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), yang dirasa lebih nyaman dan murah. Keresahan itu terlihat dalam akun X @Ccookk_.

“Apa sudah saat nya kursi kereta harus diubah menjadi lebih nyaman? Atau bahkan lebih baik dari yang sekarang? Melihat kalo kursi-kursi bus AKAP udah banyak banget model, jenis dan variasi nya yang membuat penumpang lebih nyaman selama perjalanan,” katanya, dikutip pada Rabu, 15 April 2026. 

Cuitan akun itu langsung menuai komentar dari netizen lain. Banyak yang beranggapan sama dan lebih memilih naik bus untuk perjalanan jauh karena bisa tidur nyenyak selama perjalanan. 

“Baru aja tadi naik bus AKAP, emang kursi bus AKAP kekinian lebih nyaman sih. Selain itu, entah kenapa selama ini naik kereta susah banget tidur, goyangan gerong, bunyi sambungan rel, pintu kebuka-tutup. Beda dengan bus AKAP, diem, anteng dikit, merem,” ujar akun @DonoDhanar2903.

“Kalau kursi bus rasanya bisa nyenyak dan pas bangun ga terlalu capek. Apa karena faktor leg rest juga ya? Foot rest di kereta rasanya ga terlalu ngaruh,” ucap akun @gallanttsany. 

“Yang bikin kursi (kereta) ga enak itu desainnya dari paha ke lutut rata banget. Beda sama kursi bus,” kata akun @aturancosinus.

Beberapa netizen juga menyoroti kekurangan masing-masing moda transportasi tersebut. 

“Kekurangan kursi yang kiri (kereta), nggak ada leg rest, ga include bantal leher. Kekurangan kursi yang kanan (bus), nggak ada arm rest tengah sama pinggir jendela,” ujar akun @alfarosiyoga.

“Soal kenyamanan kursi bus AKAP sepertinya belum merata deh kak, terutama saat menghadapi turbulensi meski tidak berkecepatan tinggi, terutama kursi barisan belakang,” ucap akun @cobapikirlogis.  

Layanan Transportasi Harus Memenuhi Kebutuhan & Keinginan Penumpang

Menanggapi ramainya pembahasan kursi kereta vs kursi bus tersebut, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Haris Muhammadun menilai bahwa penumpang berhak mengkritisi dan melakukan perbandingan. 

Sebab, seluruh layanan transportasi harus memenuhi kebutuhan dan keinginan para penumpangnya. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa setiap layanan transportasi ini memiliki karakteristik dan perhitungan yang berbeda.

“Jadi masing-masing itu punya karakteristik dan nggak bisa dilakukan sama rata. Tapi bukan berarti masyarakat salah, masyarakat berhak melakukan perbandingan,” katanya kepada Cerita Roda. 

Menurutnya, setiap transportasi berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik. Bus lebih menekankan segi kenyamanan yang maksimal, sementara kereta menjual kombinasi gabungan antara kenyamanan dan ketepatan waktu.  

“Satu yang akan dijual oleh bus itu adalah sisi kenyamanannya yang maksimal. Saya memaklumi ketika kereta api tidak sama kenyamanannya dari sisi kursi dengan yang di bus. Karena justru yang dijual itu kombinasi antara kenyamanan dan ketepatan waktu karena dia punya jalan sendiri,” ujarnya. 

Ia juga menekankan bahwa tiket kereta api bisa lebih mahal daripada bus, karena biaya operasionalnya juga berbeda. 

“Pasti lebih murah biaya operasional bus, tinggal beli solar dan yang lain-lain. Tapi kalau kereta api ini kan satu kesatuan rangkaian, belum gerbongnya, belum relnya, belum ketika rel ada jembatan juga harus dibangun jembatannya, belum hal-hal yang lain,” ucapnya. 

Jadi, sepadan atau tidaknya kursi kereta dan kursi bus dengan harga dan kenyamanannya itu kembali kepada prioritas penumpang. Mana yang lebih diutamakan?

Artikel Terbaru

spot_imgspot_img

Related articles

spot_imgspot_img